Rabu, 07 September 2016



ORGANISASI
BY: AZMI JABBAR NASUTION


Organisasi adalah suatu wadah bagi dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Manusia adalah pendukung utama setiap organisasi apapun bentuknya. Kerangka dasar pemikiran antara organisasi dan manusia ialah, individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadahnya. Manusia yang bermasyarakat dan senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu. Itu berarti bahwa manusia tidak bisa melepaskan dirinya untuk tidak terlibat pada kegiatan-kegiatan berorganisasi. Manusia hidup dilahirkan dalam organisasi, di didik oleh organisasi, dan hampir dari semua mempergunakan waktu hidupnya bekerja untuk organisasi. Dari keluarga, bermasyrakat, ataupun organisasi formal lainnya manusia dan organisasi sudah menyatu. Teradapat tiga dimensi pokok yang selalu didiskusikan dalam teori orginasasi, yaitu; dimensi teknis, dimensi konsep, dan dimensi manusia. Dimensi teknis menekankan hal yang dibutuhkan untuk menggerakan organisasi. Dimensi ini keahlian-keahlian birokrat atau manager dibidang teknis yang diperlukan untuk menggerakkan organisasi. Dimensi konsep, merupakan yang menjadi motor menggerakkan dimensi teknis dan sangat erat hubungannya dengan dimensi manusia. Jadi saat ketiga dimensi ini berinteraksi, maka akan mampu menimbulkan suatu kegiatan organisasi yang efektif.
            Perilaku organisasi, adalah suatu studi yang menyakut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia demikian pula aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi. Perilaku organisasi dapat dipahami lewat suatu pemikiran dari bagaimana organisasi itu dimulai, tumbuh, tumbuh, dan berkembang, dan  bagaimana pula suatu struktur, proses, dan nilai dari suatu system tumbuh bersama-sama yang memungkinkan meraka dipelajari dan disesuaikan pada lingkungan. Titik berat dari pemahaman perilaku organisasi ini adalah pada tingkah laku dari organisasi, dan bagaimana perilaku dari anggota-anggota organisasi mempengaruhi organisasi. Pengertiaan dan penelaahan ini tercermin dari rumusan Joe Kelly guru besar manajemen pada Sir George Williams University sebagai berikut :
Perilaku organisasi dapat dirumuskan sebagai suatu system studi dari sifat organisasi seperti misalnya : bagaimana organisasi dimulai, tumbuh, dan berkembang, dan bagaimana pengaruhnya terhadap anggota-anggota sebagai individu, kelompok-kelompok pemilih, organisasi-organisasi lainnya, dan institusi-institusi yang lebih besar.
Max Weber adalah pemikir dalam ilmu social. Dua aspek dari hasil kerja Weber yang relevan dengan perilaku organisasi yakni : pertama, sebagai seorang ahli ilmu social, tertarik untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan, ketentuan (petunjuk), peraturan dari pertumbuhan organisasi. Kedua sikap manusia yang lemah dengan pertimbangan yang kadang-kadang tidak realita dan bahwa manusia mempunyai emosi.
Individu  akan membawa dirinya dalam tatanan organisasi dari kemampuan dirinya, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya.  Hal ini semua adalah karakteristik yang dipunyai individu, dan karakteristik ini akan dibawanya dalam lingkungan baru, yakni organisasi atau lainnya. Organisasi juga suatu lingkungan bagi individu dan mempunyai karakteristik. Adapun karakteristik yang dipunyai organisasi antaranya keteraturan yang diwujudkan dalam susunan hirarki, pekerjaan-pekerjaan, tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab, system penggajian (reward system), system pengendalian dan lain sebagainya. Jikalah karakteristik individu dan karakteristik organisasi menyatu, maka akany terwujudlah perilaku individu dalam organisasi.
Manusia sebagai makhluk social senantiasa dan kecenderungan untuk berinteraksi dengan sesamanya. Kelompok merupakan perwujudan dan kebutuhan manusia untuk berinteraksi. Maka dari itu kelompok adalah bagian dari kehidupan organisasi. Dalam organisasi akan banyak dijumpai kelompok-kelompok. Hampir manusia menjadi anggotanya dari suatu organisasi besar ataupun kecil. Di dalam kelompok tersebut interaksi sesama manusia akan membuat untuk mecari keakraban dalam kelompok-kelompok tertentu.
Terbentuknya kelompok dapat terjadi kerena adanya hubungan antara orang-orang tertentu. Fred Luthans menyebutnya teori propinquity atau teori kedekatan. Arti teori ini ialah bahwa seseorang berhubungan dengan orang lain, disebabkan karena adanya kedekatan ruang dan daerahnya (spatial and geographical proximity).
Theodore Caplow seorang associate professor dari departemen sosiologi Universitas Minnesota, mengemukakan harta kekayaan dari suatu organisasi. Caplow mengatakan bahwa pola-pola institusi yang ada memungkinkan suatu system atau aturan-aturan kantor untuk lebih kurang menjadi tetap dan mantap dinamakan organisasi. Pola semacam ini dapat dikenali dengan suatu harta kekeyaan sebagai berikut:
-          Mempunyai identitas
-          Mempunyai kelangsungan
-          Mempunyai jadwal kerja
-          Mempunyai otoritas.
Richard Scott mengemukakan bahwa konsepsi organisasi sebagai kolektivitas, menurutnya konsep organisasi ini sebagai suatu kolektivitas yang sengaja di bentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus tertentu yang sedikit banyak didasarkan pada azas kelangsungan. Scott menambahkan, akan lebih jelas bahwa organisasi itu mempunyai gambaran prospek yang jelas dan berbeda dari sekedar kekhususan tujuan atau kelangsungan aktivitas.
Terdapat konsepsi organisasi yang mencoba menarik suatu kesimpulan bahwa suatu konsep organisasi tradisional atau modern ialah dengan menggunakan metapora atau paradigma. Paradigma untuk menekankan perspektif yang komunal yang dapat mengikat ahli-ahli pemikir bekerjasama dalam suatu cara tertentu yang dianggapnya sebagai hal yang bermanfaat sebagai hampiran di dalam ilmu-ilmu social yang mempunyai batas problematic yang sama. Pemahaman dari paradima ini menekankan adanya peningkatan efisiensi lewat penggerakaan (structuring) dan pengendalian (controlling) dari partisipasi manusia. Pemahaman organisasi ini menduga bahwa orang-orang yang berada di kelompok dapat di motivasi dengan cara memberikan insenitif ekonomi. Kelompok pemahaman organisasi semcam ini dinamakan kelompok klasik. Metapora yang dipergunakan adalah organisasi sebagai suatu mesin. Organisasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip struktur piramida, kesatuan komando, jenjang pengawasan, spesialisasi berdasarkan fungsi, pembedaan kerja lini dan staf. Pemahaman ini termasuk kelompok klasik.
Teori tradisional menurut March dan Simon di dalam buku Organization, berpusat pada penjelasan organisasi sebagai model mesin. Teori klasik menurut Bennis dalam buku Leadership Theory and Administrative Science Quartely, menyarankan pusat perhatian teori klasik adalah pada organisasi tanpa orang. Terdapat dua konsepsi yang menyatakan organisasi dibagi dua system, yaitu Sistem Organisasi Tertutup dan Sistem Organisasi Terbuka. Organisasi Tertutup, tidak akan menerima masukan dari lingkungan. Sehingga setiap masukan yang mencoba masuk ke daerah organisasi tersebut akan terpental kembali, seperti misalnya nilai, sikap, teknologi dan minat-minat dari kelompok. Dalam keadaan ini organisasi berada dalam kekosangan, dan seperti entropi organisasi ini akan mati, karena tidak mempunyai potensi untuk mengembangkan dirinya. Sedangkan Organisasi Terbuka, akan selalu menerima masukan berupa nilai-nilai, sikap-sikap, pengaruh kelompok-kelompok lainnya dalam masyarakat, teknologi dan lain sebagainya. Masukan ini akan akan diterima oleh organisasi sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang dipunya. Jadi tingkat keterbukaan itu ditentukan oleh bagaimana batas-batas organisasi itu mengijinkan pengaruh dari lingkungan masuk kedalamnya. Dalam system terbuka ini, organisasi keliatan lebih hidup dan bewarna karena setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi dan ide untuk selalu berubah. Hal ini juga akan membuat interaksi yang dinamis dengan lingkungannya.
Di dalam organisasi pasti mempunyai unsure manusia sebagai orang yang menggerakan tujuan organisasi tersebut dan membuat tujuan tersebut tecapai. Perilaku seseorang itu hakekatnya ditentukan oleh keinginannya untuk mencapai tujuan tersebut. Keinginan ini istilah lainnya ialah motivasi. Dengan demikian motivasi merupakan pendorong agar seseorang itu melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuannya.
Kekuatan motivasi seseorang itu dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan tersebut terjadi karena kepuasan kebutuhan, yakni seseorang yang telah  tercapai kepuasan atas apa yang dibutuhkanya dan yang diinginkannya atau kebutuhannya. Suatu  kebutuhan yang sudah tercapai itu menjadi dasar motivasi perilaku seseorang. Penyebab lain ialah terhalangnya pencapaian pemuasaan  kebutuhan. Misalnya, seseorang akan masuk ke dalam organisasi mempunyai tujuan tersendiri, ketika saat seseorang masuk kedalam dan tidak sesuai dari apa tujuan tersebuat akan membuat seseorang tersebut keluar dari organisasi tersebut. Adapun usaha yang tidak tercapai, seseorang akan membuat tujuannya tesebut tercapai untuk memuaskan dirinya.


Sumber Bacaan: Thoha, Miftah. 1993. Perilaku Organisasi: konsep dasar dan aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar