ORGANISASI
BY: AZMI JABBAR NASUTION
Organisasi
adalah suatu wadah bagi dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama.
Manusia adalah pendukung utama setiap organisasi apapun bentuknya. Kerangka
dasar pemikiran antara organisasi dan manusia ialah, individu-individu yang
berperilaku dan organisasi formal sebagai wadahnya. Manusia yang bermasyarakat
dan senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu.
Itu berarti bahwa manusia tidak bisa melepaskan dirinya untuk tidak terlibat
pada kegiatan-kegiatan berorganisasi. Manusia hidup dilahirkan dalam
organisasi, di didik oleh organisasi, dan hampir dari semua mempergunakan waktu
hidupnya bekerja untuk organisasi. Dari keluarga, bermasyrakat, ataupun
organisasi formal lainnya manusia dan organisasi sudah menyatu. Teradapat tiga
dimensi pokok yang selalu didiskusikan dalam teori orginasasi, yaitu; dimensi
teknis, dimensi konsep, dan dimensi manusia. Dimensi teknis menekankan hal yang
dibutuhkan untuk menggerakan organisasi. Dimensi ini keahlian-keahlian birokrat
atau manager dibidang teknis yang diperlukan untuk menggerakkan organisasi.
Dimensi konsep, merupakan yang menjadi motor menggerakkan dimensi teknis dan
sangat erat hubungannya dengan dimensi manusia. Jadi saat ketiga dimensi ini
berinteraksi, maka akan mampu menimbulkan suatu kegiatan organisasi yang
efektif.
Perilaku organisasi, adalah suatu
studi yang menyakut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi
atau suatu kelompok tertentu. Meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh
organisasi terhadap manusia demikian pula aspek yang ditimbulkan dari pengaruh
manusia terhadap organisasi. Perilaku organisasi dapat dipahami lewat suatu
pemikiran dari bagaimana organisasi itu dimulai, tumbuh, tumbuh, dan
berkembang, dan bagaimana pula suatu
struktur, proses, dan nilai dari suatu system tumbuh bersama-sama yang
memungkinkan meraka dipelajari dan disesuaikan pada lingkungan. Titik berat
dari pemahaman perilaku organisasi ini adalah pada tingkah laku dari
organisasi, dan bagaimana perilaku dari anggota-anggota organisasi mempengaruhi
organisasi. Pengertiaan dan penelaahan ini tercermin dari rumusan Joe Kelly
guru besar manajemen pada Sir George Williams University sebagai berikut :
Perilaku
organisasi dapat dirumuskan sebagai suatu system studi dari sifat organisasi
seperti misalnya : bagaimana organisasi dimulai, tumbuh, dan berkembang, dan
bagaimana pengaruhnya terhadap anggota-anggota sebagai individu,
kelompok-kelompok pemilih, organisasi-organisasi lainnya, dan
institusi-institusi yang lebih besar.
Max
Weber adalah pemikir dalam ilmu social. Dua aspek dari hasil kerja Weber yang
relevan dengan perilaku organisasi yakni : pertama, sebagai seorang ahli ilmu
social, tertarik untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan, ketentuan
(petunjuk), peraturan dari pertumbuhan organisasi. Kedua sikap manusia yang
lemah dengan pertimbangan yang kadang-kadang tidak realita dan bahwa manusia
mempunyai emosi.
Individu akan membawa dirinya dalam tatanan organisasi
dari kemampuan dirinya, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan
pengalaman masa lalunya. Hal ini semua
adalah karakteristik yang dipunyai individu, dan karakteristik ini akan
dibawanya dalam lingkungan baru, yakni organisasi atau lainnya. Organisasi juga
suatu lingkungan bagi individu dan mempunyai karakteristik. Adapun
karakteristik yang dipunyai organisasi antaranya keteraturan yang diwujudkan
dalam susunan hirarki, pekerjaan-pekerjaan, tugas-tugas, wewenang dan tanggung
jawab, system penggajian (reward system), system pengendalian dan lain
sebagainya. Jikalah karakteristik individu dan karakteristik organisasi
menyatu, maka akany terwujudlah perilaku individu dalam organisasi.
Manusia
sebagai makhluk social senantiasa dan kecenderungan untuk berinteraksi dengan
sesamanya. Kelompok merupakan perwujudan dan kebutuhan manusia untuk
berinteraksi. Maka dari itu kelompok adalah bagian dari kehidupan organisasi.
Dalam organisasi akan banyak dijumpai kelompok-kelompok. Hampir manusia menjadi
anggotanya dari suatu organisasi besar ataupun kecil. Di dalam kelompok tersebut
interaksi sesama manusia akan membuat untuk mecari keakraban dalam
kelompok-kelompok tertentu.
Terbentuknya
kelompok dapat terjadi kerena adanya hubungan antara orang-orang tertentu. Fred
Luthans menyebutnya teori propinquity atau teori kedekatan. Arti teori ini
ialah bahwa seseorang berhubungan dengan orang lain, disebabkan karena adanya
kedekatan ruang dan daerahnya (spatial and geographical proximity).
Theodore
Caplow seorang associate professor dari departemen sosiologi Universitas
Minnesota, mengemukakan harta kekayaan dari suatu organisasi. Caplow mengatakan
bahwa pola-pola institusi yang ada memungkinkan suatu system atau aturan-aturan
kantor untuk lebih kurang menjadi tetap dan mantap dinamakan organisasi. Pola
semacam ini dapat dikenali dengan suatu harta kekeyaan sebagai berikut:
-
Mempunyai identitas
-
Mempunyai kelangsungan
-
Mempunyai jadwal kerja
-
Mempunyai otoritas.
Richard
Scott mengemukakan bahwa konsepsi organisasi sebagai kolektivitas, menurutnya
konsep organisasi ini sebagai suatu kolektivitas yang sengaja di bentuk untuk
mencapai suatu tujuan khusus tertentu yang sedikit banyak didasarkan pada azas
kelangsungan. Scott menambahkan, akan lebih jelas bahwa organisasi itu
mempunyai gambaran prospek yang jelas dan berbeda dari sekedar kekhususan tujuan
atau kelangsungan aktivitas.
Terdapat
konsepsi organisasi yang mencoba menarik suatu kesimpulan bahwa suatu konsep
organisasi tradisional atau modern ialah dengan menggunakan metapora atau
paradigma. Paradigma untuk menekankan perspektif yang komunal yang dapat
mengikat ahli-ahli pemikir bekerjasama dalam suatu cara tertentu yang
dianggapnya sebagai hal yang bermanfaat sebagai hampiran di dalam ilmu-ilmu
social yang mempunyai batas problematic yang sama. Pemahaman dari paradima ini
menekankan adanya peningkatan efisiensi lewat penggerakaan (structuring) dan
pengendalian (controlling) dari partisipasi manusia. Pemahaman organisasi ini
menduga bahwa orang-orang yang berada di kelompok dapat di motivasi dengan cara
memberikan insenitif ekonomi. Kelompok pemahaman organisasi semcam ini
dinamakan kelompok klasik. Metapora yang dipergunakan adalah organisasi sebagai
suatu mesin. Organisasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip struktur piramida,
kesatuan komando, jenjang pengawasan, spesialisasi berdasarkan fungsi,
pembedaan kerja lini dan staf. Pemahaman ini termasuk kelompok klasik.
Teori
tradisional menurut March dan Simon di dalam buku Organization, berpusat pada
penjelasan organisasi sebagai model mesin. Teori klasik menurut Bennis dalam
buku Leadership Theory and Administrative Science Quartely, menyarankan pusat
perhatian teori klasik adalah pada organisasi tanpa orang. Terdapat dua konsepsi
yang menyatakan organisasi dibagi dua system, yaitu Sistem Organisasi Tertutup
dan Sistem Organisasi Terbuka. Organisasi Tertutup, tidak akan menerima masukan
dari lingkungan. Sehingga setiap masukan yang mencoba masuk ke daerah
organisasi tersebut akan terpental kembali, seperti misalnya nilai, sikap,
teknologi dan minat-minat dari kelompok. Dalam keadaan ini organisasi berada
dalam kekosangan, dan seperti entropi organisasi ini akan mati, karena tidak
mempunyai potensi untuk mengembangkan dirinya. Sedangkan Organisasi Terbuka,
akan selalu menerima masukan berupa nilai-nilai, sikap-sikap, pengaruh kelompok-kelompok
lainnya dalam masyarakat, teknologi dan lain sebagainya. Masukan ini akan akan
diterima oleh organisasi sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang dipunya.
Jadi tingkat keterbukaan itu ditentukan oleh bagaimana batas-batas organisasi
itu mengijinkan pengaruh dari lingkungan masuk kedalamnya. Dalam system terbuka
ini, organisasi keliatan lebih hidup dan bewarna karena setiap masukan akan
menjadi bahan evaluasi dan ide untuk selalu berubah. Hal ini juga akan membuat
interaksi yang dinamis dengan lingkungannya.
Di
dalam organisasi pasti mempunyai unsure manusia sebagai orang yang menggerakan
tujuan organisasi tersebut dan membuat tujuan tersebut tecapai. Perilaku seseorang
itu hakekatnya ditentukan oleh keinginannya untuk mencapai tujuan tersebut. Keinginan
ini istilah lainnya ialah motivasi. Dengan demikian motivasi merupakan
pendorong agar seseorang itu melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuannya.
Kekuatan
motivasi seseorang itu dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan tersebut terjadi
karena kepuasan kebutuhan, yakni seseorang yang telah tercapai kepuasan atas apa yang dibutuhkanya
dan yang diinginkannya atau kebutuhannya. Suatu kebutuhan yang sudah tercapai itu menjadi
dasar motivasi perilaku seseorang. Penyebab lain ialah terhalangnya pencapaian
pemuasaan kebutuhan. Misalnya, seseorang
akan masuk ke dalam organisasi mempunyai tujuan tersendiri, ketika saat
seseorang masuk kedalam dan tidak sesuai dari apa tujuan tersebuat akan membuat
seseorang tersebut keluar dari organisasi tersebut. Adapun usaha yang tidak
tercapai, seseorang akan membuat tujuannya tesebut tercapai untuk memuaskan
dirinya.
Sumber
Bacaan: Thoha, Miftah. 1993. Perilaku Organisasi: konsep dasar dan aplikasinya.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar