Senin, 22 Februari 2016



MENJUNJUNG MORAL KEMASYARAKATAN

Iradat Allah Subhanul Wata’ala, kelangsungan hidup untuk kesempurnaan teruktur dari personality manusia yang intergratif antara dimensi dunia dan ukhrawi, individu dan social, serta iman, ilmu dan amal yang secara umum mengarah terciptanya kemaslahatan hidup dunia baik secara individual maupun kolektif.
          Untuk terciptanya kemaslahatan hidup yang baik, manusia hidup dalam suatu bentuk hubungan tertentu dengan sekitar. Sebagai mahkluk social, manusia tidak mungkin memenuhi kelangsungan hidupnya dengan baik tanpa berada ditengah sesamanya (masyarakat) yang ada hubungan tertentu.
Hal ini, sebagai umat Islam memiliki kewajiban berperan aktif dalam menciptakan Ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam sedunia menuju masyarakat adil makmur. Hal ini yang di maksud, Ukhuwah Islamiyah berarti Persaudaraan Islam. Yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Berarti sesama umat muslim kita harus saling peduli terhadap saudara kita yang dimana saling bergotong-royong untuk menuju kesetiakawanan dan kecintaan sesama manusia.
          Di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di point ke 3 yaitu Pengabdian Masyarakat. Mengenai hal ini, Mahasiswa menempati lapisan kedua dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Serta, mahasiswa sebagai kelompok elit yang berada masyarakat pada hakikatnya member arti bahwa ia memikul tanggung jawab yang benar dalam melaksanakan fungsi generasinya sebagai kaum muda yang terdidik dan harus akan kebaikan dan kebahagiaan masyarakat.
          Mahasiswa dan masyarakat harus mempunyai sifat dan watak yang kritis sehingga dapat berperan sebagai “kekuatan moral” atau moral forces yang senantiasa melaksanakan fungsi “social control”. Jadi dalam perannya bermasyarakat, mahasiswa berperan aktif dalam sifat kepeloporannya yang berbentuk kegiatan serta gagasan yang akan memunculkan perubahan masyarakat. Karenanya mahasiswa berfungsi sebagai duta-duta pembaharuan atau “agent of social change” dalam arti ia harus menghendaki perubahan yang terus menerus kearah kemajuan yang dilandasi oleh nilai-nilai kebenaran.
Maka dari itu, mahasiswa dengan sifat dan watak yang sudah dijelaskan di atas adalah mahasiswa merupakan kelompok elit dalam totalitas generasi muda yang harus mempersiapkan diri untuk menerima estafet pimpinan bangsa dan generasi sebelumnya pada saat yang akan datang.
          Di dalam pribadi mahasiswa yang akan mempeloporin kemaslahatan hidup umat bangsa ia harus ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan ummat dan bangsa; sadar akan tugas dalam pengabdi, bukan hanya sanggup membuat dirinya baik tatapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik.