Minggu, 24 Januari 2016



Gerakan Kerelawanan Di Indonesia

Relawan adalah Orang-orang atau warga masyarakat setempat yang bersedia mengabdi secara ikhlas dan tanpa pamrih, tidak digaji atau diberikan imbalan, rendah hati, berkorban, diusulkan serta dipilih oleh masyarakat berdasarkan kualitas sifat kemanusiaan atau moralitasnya, dan memiliki kepedulian serta komitmen yang sangat kuat bagi upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat miskin yang ada di sekitarnya maupun bagi upaya kemajuan masyarakat dan kondisi lingkungan wilayahnya. (Kementerian Pekerjaan umum dan Pekerjaan rakyat).

Kontribusi Relawan bagi pengembangan masyarakat, antara lain :
1) Kerelawanan menghasilkan suatu cara masyarakat untuk dapat berkumpul dan membuat suatu perubahan melalui tindakan nyata.
2) Tindakan kerelawanan yang dilakukan bersama-sama dapat membantu membangun “kepercayaan” diantara para relawan.
3) Bekerja bersama juga membantu menjembatani berbagai perbedaan menuju “rasa percaya” dan “penghormatan” antar individu yang mungkin belum pernah bertemu sebelumnya.
4) Secara alamiah kerelawanan kolektif berkontribusi pada pengembangan sosial dari masyarakat yang justru akan terus memperkuat kegiatan-kegiatan kerelawanan mereka.


          Begitu banyak hal yang ganjil di Indonesia sekarang; pendidikan, kesehatan, kekerasan, kemiskinan, dll. Lemahnya infrastruktur Negara, ekonomi Negara. Akan kah ini berlangsung selama-lamanya? Apa Negara ini akan selalu bermasalah? Bencana Negara yang tidak pernah henti, kepedihan, air mata akan selalu membanjir.
          Itulah kenapa ada kata relawan, saatnya kita peduli akan Negara ini. Tidak ada lagi yang akan peduli Negara ini bila kita tidak bergerak. Saatnya bertindak, saatnya ada menjadi relawan yang akan peduli terhadap INDONESIA.
Salah satu Strategi untuk menjadi sosok relawan yang siap berkontribusi ke pada masyrakat
  1. Melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ACTivator sebagai penggerak sosial.
  2. Membuat toolkit dan modul gerakan untuk menjadi panduan bagi relawan yang ingin menduplikasi di daerah masing-masing.
  3. Melakukan pendampingan secara berkala untuk melihat pencapaian gerakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar